Bangun Masjid Korbankan Gedung Sekolah, Nuroji: Keputusan Pemkot Depok Tidak Tepat

Kalau menutup ruko atau kantor-kantor lain mungkin bisa itu pun juga prosesnya tidak seperti sekarang sekolahnya masih belajar sudah diambil peralatannya

Erwin Panji
Minggu, 20 November 2022 | 10:42 WIB
Bangun Masjid Korbankan Gedung Sekolah, Nuroji: Keputusan Pemkot Depok Tidak Tepat
Potret (Instagram@bangnuroji)

Depok.suara.com, Rencana pembangunan masjid di Jalan Raya Margonda yang mengorbankan gedung sekolah SDN Pondokcina 1 menuai pro-kontra ditengah masyarakat. 

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Ir Nuroji mengatakan, keputusan Pemkot Depok menutup SDN Pondokcina 1 itu tidak tepat. Sebab, keputusan itu merugikan murid yang tengah menimba ilmu pada sekolah tersebut. 

Menurut Nuroji, Pemkot Depok harusnya menutup salah satu toko di Jalan Margonda Raya, Kecamatan Beji untuk membangun Masjid Raya daripada harus mengorbankan sekolah.

“SDN Pondok Cina 1 saya belum tahu kenapa SD itu ditutup, kalau memang alasan untuk membuat masjid itu tidak biasa,"katanya.

Baca Juga:Kilas Balik Kharisma Jati yang Diduga Menghina Iriana Jokowi, Komikus Kontroversi yang Tolak Minta Maaf ke Warganet

Lebih lanjut Nuroji mengatakan,  artinya pemerintah tidak adil membangun masjid, menutup sekolah. 

"Kalau menutup ruko atau kantor-kantor lain mungkin bisa itu pun juga prosesnya tidak seperti sekarang sekolahnya masih belajar sudah diambil peralatannya,” katanya.

Dia menambahkan pembangunan Masjid Agung atau Raya membutuhkan lahan setidaknya satu hektar. 

Sedangkan, lahan SDN Pondol Cina 1 hanya memiliki luas sekitar 1.600 meter persegi yang sudah pasti untuk membangun lahan parkir pun tidak cukup.

 “Kembali ke sekolah itu menurut saya, tidak adil ditutup gara-gara membangun masjid. Kecuali memang sudah tidak efektif lagi untuk mergernya. Misalnya, siswa kurang, guru kurang itu biasanya pemerintah berhak untuk menutup atau menggabungkan,” katanya.

Baca Juga:Nggak Cuma Spanyol, Luis Milla Juga Jagokan Negara Ini untuk di Final Piala Dunia

Apalagi, kata dia, Pemkot Depok juga melakukan kelalaian sebelum sekolah itu ditutup. 

Pasalnya saat sekolah masih beraktifitas, Pemkot Depok justru membangun trotoar yang lebih tinggi daripada lantai dasar sekolah tersebut. 

Sehingga, murid berserta orangtuanya mengalami kesulitan ketika mengakses masuk ke sekolah tersebut. 

“Lagi-lagi pemerintah tidak teliti dan tidak profesional bekerja antara instansi bagian trotoar dan pendidikan. Tidak ada kordinasi, begitu pun yang menjadi korban anak-anak,” katanya.

Sementara itu, langkah Komisi D DPRD Kota Depok yang menyurati Walikota Depok,  Mohammad Idris itu, menurut Nuroji, dianggap tepat. Sebab, Komisi D telah melakukan tugasnya dengan baik sebagai wakil rakyat.

“Tidak ada alasan, kecuali sekolah itu memang kehabisan murid atau ada gangguan disekelilingnya. Misalnya, jalan tol yang membahayakan anak-anak bisa dipindah itu pun harus rapi membuat bangunan baru,” tuturnya.

Sejak awal,  Pemkot Depok sudah bekerja dengan tidak profesional. Karena, tidak melakukan pertimbangan yang matang dalam mengambil sebuah kebijakan. 

Kalau dewan yang bicara tidak masalah itu lembaga politik baik pusat maupun tingkat kota. 

Kalau DPR lembaga politik yang pasti bekerja secara politik pengawasan, perencanaan dan anggaran itu terkait juga pengawasan terkait juga anggaran pendidikan

Nuroji menyimpulkan, trotoar yang dibangun Pemkot Depok didepan SDN Pondok Cina 1 tidak serius. Bahkan, dia merasa penasaran dengan pemanfaatan trotoar usai direvitalisasi.

Seputar Depok

Terkini

Eiichiro Oda ternyata sudah memperkenalkan beberapa dewa yang ada di dunia One Piece dalam ceritanya. Disadari atau tidak ternyata Oda sudah memperkenalkan berbagai dewa-dewa tersebut bahkan sejak awal serinya.

Entertainment | 13:24 WIB

Kamaruddin Simanjuntak menyatakan siap membayar pengacara agar Ferdy Sambo tidak dihukum mati.

News | 13:17 WIB

Gita Savitri mendapat kecaman karena menghina warganet dengan stunting.

Lifestyle | 12:58 WIB

Ganjar Pranowo yang dikaitkan dengan sosok pemimpin ideal versi Jokowi malah ubah penampilan.

Ragam | 12:15 WIB

Prabowo Subianto mengaku pecinta sepak bola tetapi tidak mau menonton Piala Dunia.

News | 11:55 WIB

Menteri olahraga Perancis mendesak para pemain timnas Perancis untuk melakukan sesuatu sebagai protes larangan kampanye LGBT seperti yang di lakukan oleh timnas Jerman.

Ragam | 01:43 WIB

Song Joong Ki dalam bela sungkawanya untuk korban gempa Cianjur yang mengjak para fans untuk berdoa sejenak.

Lifestyle | 23:58 WIB

Warganet mengkritisi sikap relawan Jokowi yang menyisakan tumpukan sampah di GBK.

News | 21:40 WIB

Warganet heran GBK diperbolehkan untuk kampanye politik tapi dilarang bagi sepak bola dan konser.

Ragam | 21:17 WIB

Deddy Corbuzier kini dituding suka bertanya soal keperawanan kepada bintang tamu.

Entertainment | 19:58 WIB

korban FDR mengaku ditampar, ditendang hingga dijambak bahkan diancam untuk dibunuh ketika bertengkar dengan oknum polisi berinisial DM

Metropolitan | 07:20 WIB

Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdulrohim mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada para anggotanya.

Metropolitan | 11:15 WIB

Istilah Miras Minuman Rasul tersebar dan berbuntut panjang. Berikut kronologi istilah miras minuman rasul yang bikin sejumlah komedian dipolisikan.

Metropolitan | 18:30 WIB

Bocah SD di Malang yang menjadi korban bullying tak lama lagi akan mendapat keadilan. Sebab kakak kelas yang jadi pelaku akhirnya diperiksa kepolisian.

Metropolitan | 16:36 WIB

Tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol itu merupakan penumpang mobil Toyota Alphard

Metropolitan | 12:38 WIB

Denise Chariesta mengaku selalu dirinya yang memesan hotel dan menggunakannya namanya, supaya nama baik RD tetap terjaga.

Gosip | 17:15 WIB

Wooyoung ATEEZ batal menghadiri acara fan sign di New York.

Gosip | 15:51 WIB

Akun Instagram Ayu Dewi hujan kritik setelah mengunggah konten terkait agenda Nusantara Bersatu.

Gosip | 15:43 WIB

Reza Arap mengaku tidak masalah kehilangan banyak followers.

Gosip | 15:02 WIB

Sudah setahun lebih Tukul Arwana berjuang melawan stroke.

Gosip | 14:39 WIB
Tampilkan lebih banyak