Alasan Gunakan Gas Air Mata ketika Buburkan Suporter di Kanjuruhan, Polri : Untuk Membela Diri

"Kita tidak bisa hanya menyudutkan personel polisi yang bertugas mengamankan situasi yang anarki, walaupun menggunakan gas air mata saat menghalau para suporter Aremania yang turun dari tribun kemudian hendak 'menyerbu' para pemain karena rasa kecewa dan tidak terima atas kekalahan," kata Polri.

Ryan Kevin
Rabu, 05 Oktober 2022 | 21:16 WIB
Alasan Gunakan Gas Air Mata ketika Buburkan Suporter di Kanjuruhan, Polri : Untuk Membela Diri
Polisi gunakan gas air mata di stadion Kanjuruhan (Ist)

Depok.suara.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengaku dalam posisi membela diri soal penggunaan gas air mata saat menangani massa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Polri mengklaim mempunyai alasan tersendiri, ketika menembakan gas air mata.

Meskipun aturan FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion. Menurut polisi, suporter Arema FC atau Aremania di dalam stadion bertindak anarkis karena tidak bisa menerima kekalahan dari Persebaya.

"Kita tidak bisa hanya menyudutkan personel polisi yang bertugas mengamankan situasi yang anarki, walaupun menggunakan gas air mata saat menghalau para suporter Aremania yang turun dari tribun kemudian hendak 'menyerbu' para pemain karena rasa kecewa dan tidak terima atas kekalahan," dikutip dari laman resmi Polri, Rabu (5/10).

Menurut polisi, perilaku anarkis para suporter juga harus menjadi titik perhatian publik. Polisi mempertanyakan sikap suporter yang melampiaskan kekecewaan atas kekalahan Arema.

Baca Juga:Celine Rilis Lagu Baru, Judulnya Ini

"Bukankah kalah dan menang dalam pertandingan sepak bola adalah sesuatu yang biasa saja," tulis polisi.

Lebih lanjut, polisi pun menyatakan perlu mengusut tuntas tindakan anarkis sebagian suporter usai pertandingan. Polisi akan mendalami apakah tindakan anarkis suporter disebabkan oleh provokator hingga akhirnya menimbulkan korban jiwa.

Selain itu, polisi mengatakan perlu ada evaluasi penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

"Siapa pun pihak yang melanggar aturan harus ditindak demi keadilan dan kemajuan persepakbolaan di Tanah Air," ujar polisi.

Sebelumnya, beberapa pendukung Arema sempat masuk ke area lapangan setelah pertandingan berakhir. Namun, naasnya polisi menembakkan gas air mata ke tribun.

Baca Juga:DPR Dinilai Intervensi Pemilihan Ketua Komnas HAM yang Baru, Habiburokhman: Tanya Sendiri ke Komisoner Terpilih

Sehingga penonton banyak yang luka-luka dan meninggal karena terinjak-injak dan sesak napas. Di antaranya ada pula aparat polisi yang meninggal.

Penggunaan gas air mata oleh polisi ini disorot banyak pihak. Jumlah korban tewas disebutkan mencapai 131 orang.

News

Terkini

Eiichiro Oda ternyata sudah memperkenalkan beberapa dewa yang ada di dunia One Piece dalam ceritanya. Disadari atau tidak ternyata Oda sudah memperkenalkan berbagai dewa-dewa tersebut bahkan sejak awal serinya.

Entertainment | 13:24 WIB

Gita Savitri mendapat kecaman karena menghina warganet dengan stunting.

Lifestyle | 12:58 WIB

Ganjar Pranowo yang dikaitkan dengan sosok pemimpin ideal versi Jokowi malah ubah penampilan.

Ragam | 12:15 WIB

Menteri olahraga Perancis mendesak para pemain timnas Perancis untuk melakukan sesuatu sebagai protes larangan kampanye LGBT seperti yang di lakukan oleh timnas Jerman.

Ragam | 01:43 WIB

Song Joong Ki dalam bela sungkawanya untuk korban gempa Cianjur yang mengjak para fans untuk berdoa sejenak.

Lifestyle | 23:58 WIB

Warganet heran GBK diperbolehkan untuk kampanye politik tapi dilarang bagi sepak bola dan konser.

Ragam | 21:17 WIB

Deddy Corbuzier kini dituding suka bertanya soal keperawanan kepada bintang tamu.

Entertainment | 19:58 WIB

Gempa Cianjur disebut berpotensi bangkitkan Gunung Gede dari tidur lelapnya.

Ragam | 19:46 WIB

Raffi Ahmad menyebut harga tiket Piala Dunia 2022 bisa mencapai Rp50 juta.

Entertainment | 19:20 WIB

Gita Savitri disebut mendukung langkah Jerman menolak larangan kampanye LGBT

Lifestyle | 18:19 WIB

korban FDR mengaku ditampar, ditendang hingga dijambak bahkan diancam untuk dibunuh ketika bertengkar dengan oknum polisi berinisial DM

Metropolitan | 07:20 WIB

Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdulrohim mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada para anggotanya.

Metropolitan | 11:15 WIB

Istilah Miras Minuman Rasul tersebar dan berbuntut panjang. Berikut kronologi istilah miras minuman rasul yang bikin sejumlah komedian dipolisikan.

Metropolitan | 18:30 WIB

Bocah SD di Malang yang menjadi korban bullying tak lama lagi akan mendapat keadilan. Sebab kakak kelas yang jadi pelaku akhirnya diperiksa kepolisian.

Metropolitan | 16:36 WIB

Tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol itu merupakan penumpang mobil Toyota Alphard

Metropolitan | 12:38 WIB

Kim Hye Soo ternyata memiliki bentuk tubuh yang ramping dengan pinggul kecil, membuatnya terlihat layaknya piala.

Gosip | 23:25 WIB

Ratu Elizabeth II ternyata sering tidak bertemu dengan Pangeran Philip selama berminggu-minggu.

Gosip | 23:09 WIB

Seorang peserta INTM Cycle 3 merasa sakit hati dengan para juri, sehingga memilih untuk mengundurkan diri dari ajang pencarian top model Indonesia.

Gosip | 22:25 WIB

Tora Sudiro teringat momen-momen ketika dirinya tertangkap narkoba saat ditampilkan sebagai bintang tamu program Plus26.

Gosip | 22:15 WIB

Pinkan Mambo mengaku masih tahan berhubungan di usia 42 tahun hingga mampu orgasme sebanyak 50 kali.

Gosip | 22:10 WIB
Tampilkan lebih banyak